
Rabu, 14 Desember 2011
JGTC part II

Barry Likumahuwa Project
Khirul, Acin dan Renza yang keasikan reuni mutusin buat nongkrong di Levi's stage. Sedangkan gw maksa si Tenrita buat nemenin gw nonton Glenn Fredly. Maka berjalanlah kita menuju stage paling ujung. Dan you know guys, asli itu rame bangeeeeet. Setelah berjuang nyelap-nyelip sana sini, gw dan Tenrita hanya berhasil dapet tempat di belakang, tapi lumayanlah buat liat Glen Fredly. Sedangkan si Eben dengan pamerya bilang kalo dia ada di posisi pas banget, baris tiga depan panggung. Bikin envy banget deh. Tapi masa bodo deh, mau depan, mau belakang yang penting gw nikmatin penampilan Glenn Fredly yang ternyata perdana di JGTC ini. Jam setengah satuan akhirnya konser Glenn harus diakhiri. Dia nyanyiin lagu terakhir Januari. Terus ada kembang api. Keren. Pokoknya mah JGTC pertama gw seru dan tak terlupakan :)
Tahun depan harus dateng lagi nih. Haha :D
Selasa, 13 Desember 2011
JGTC
L.E.B.A.YSo, gw bakal mulai kisahnya ...
-4 Desember 2011-
Gw ibadah gereja pagi, trus lanjut gladi kotor buat natal sekolah minggu yang cuma gw ikutin setengah jalan, karena jam 11 gw harus buru-buru cabut ke stasiun buat ketemu temen-temen gw yang udah pada nunggu disana. Cc : Adella Adiningtyas, Amalia Maulida, Citra Dhyani, Galuh Masyithoh, Rizki Dwi dan Fadhlan (Amalia's boyfriend) .
Gw sampe stasiun dan langsung menuju Dunkin Donuts tempat dimana para bocah-bocah ini menunggu gw. Setelah sempat menyeruput beberapa tetes orange juice dan merasakan segigit donat coklat milik Amalia aka Amel, kita akhirnya cus ke dalem stasiun dengan tiket ditangan. Kereta belum dateng dan kita harus nunggu. Akhirnya kereta yang dinanti dateng, kita buru-buru naik dengan dalih supaya dapet tempat duduk. Dan kita emang berhasil dapet tempat duduk. Di stasiun Universitas Indonesia kita turun. Amel dan Fadhlan dengan baik hati menawarkan diri bawain barang-barang kita ke kosan dia, sedangkan gw, citra, adel, galuh dan Kidwi menuju tempat JGTC berlangsung duluan yaitu di FE UI.
Nyampe situ ternyata masih belum rame-rame banget. Dan band-bandnya pun kita ga pada kenal. Maka akhirnya kita cuma keliling-keliling ajah sambil nungguin Amel. Amel dateng dan akhirnya kita mutusin buat ngisi perut kita yang udah keroncongan dan lanjut foto-foto sambil nungguin kedatangan Priskila dan Tenrita.

Setelah makan kita mampir di stage Levi's dan nonton band-band yang keren.
Disini personil kita udah ilang satu. Si Fadhlan pulang suluan karena dia mesti balik ke Bogor.

Minggu, 27 November 2011
Pahlawan Tak Dikenal


Oleh: Toto Sudarto Bachtiar
Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring
Tetapi bukan tidur, sayang
Sebuah lubang peluru bundar di dadanya
Senyum bekunya mau berkata, kita sedang perang
Dia tidak ingat bilamana dia datang
Kedua lengannya memeluk senapang
Dia tidak tahu untuk siapa dia datang
Kemudian dia terbaring, tapi bukan tidur sayang
wajah sunyi setengah tengadah
Menangkap sepi padang senja
Dunia tambah beku di tengah derap dan suara merdu
Dia masih sangat muda
Hari itu 10 November, hujan pun mulai turun
Orang-orang ingin kembali memandangnya
Sambil merangkai karangan bunga
Tapi yang nampak, wajah-wajahnya sendiri yang tak dikenalnya
Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring
Tetapi bukan tidur, sayang
Sebuah peluru bundar di dadanya
Senyum bekunya mau berkata : aku sangat muda
(Siasat Th IX, No. 442 1955)
''Pertama kali saya mendengar puisi ini saat acara La Sastra di sekolah saya, mungkin setahun atau dua tahun lalu. Mereka (adik kelas saya) membawakannya dalam bentuk musikalisasi puisi yang menurut saya sangat menyentuh.
Puisi ini untuk memperingati peristiwa 10 November 1945 di Surabaya. Untuk para pahlawan yang gugur dalam perempuran. Sebelum November berakhir.''
Hujan Bulan Juni

karya : Sapardi Djoko Darmono
tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu
tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu
tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu
Sabtu, 26 November 2011

Kamu mampu menjadikanku pujangga malam ini
Hanya lewat perjumpaan yang sesaat
Lewat pertemuan yang tak terduga
Lewat beberapa menit yang bagiku begitu berarti
Menghadirkan sejuta pesona, gejolak rasa
Tidak, kamu memang tak memandangku
Kamu tak menyapaku, tidak
Kamu hanya hadir
Dan itu cukup bagiku
Kamu mampu menjadikanku pujangga malam ini
Merangkaikan kata-kata
Puitis romantis (menurutku)
Tapi sekaligus sarkatis dan miris
Yang hanya berporos pada kamu
Karena lagi-lagi, aku hanya mampu memandangmu
Mengagumi sosok indahmu, tanpa mampu melakukan apapun
Kamu begitu tak terjangkau, jauh
Ya, ini masih saja tentang jatuh cinta diam-diam
Jatuh cinta sendirian
Kamu mampu menjadikanku pujangga malam ini
Dan mungkin juga malam-malam selanjutnya
Karena kamu ada
Kamu

Aku jatuh cinta
Bukan pada seorang ksatria gagah perkasa
Bukan pula pangeran tampan berkuda putih
Bukan juga pada seorang pujangga yang pandai merangkai kata
Atau pria romantis yang pandai bergitar manis
Aku jatuh cinta
Pada kamu
Ya, kamu yang terlihat acuh
Kamu yang tak pernah memandangku
Tapi yang kupandangi tanpa kau tahu
Kamu yang mampu menggetarkan hatiku
Walau tanpa kata yang terucap merdu
Kamu, yang hanya kamu
petir

Sesungguhnya suasana seperti di atas bukanlah hal yang asing lagi dimataku. Toh, setiap sore aku menikmatinya walau tidak menantikannya. Hujan disertai gemuruh dan petir yang berkilat-kilat. Bukan lagi hal yang asing di kawasan kampus IPB Darmaga.
Jumat, 25 November 2011
Gombalism
B : Apa?
A : Aku sayang kamu.
B : Ih, itu kan tiga kata.
A : Dua kok. Kan aku sama kamu, satu.
Sabtu, 03 September 2011
dunia ini sempit atau luas?
Hmmmm, kenapa saya bisa bilang begitu? Karena memang begitulah adanya. Hehe.
Engga deh, sebenarnya pemikiran ini muncul setelah saya mendengar cerita dari teman saya.
Ketika itu kami sedang bernostalgia, ceritanya lagi kumpul setelah lama tak bersua dikarenakan kesibukan sebagai mahasiswa baru yang tak dapat terelakkan lagi.
Seorang teman saya bercerita kalau dia baru saja 'jadian'. Waaaah, kontan saja kami semua berseru kegirangan, ikut merasakan kegembiraannnya seraya berteriak "PJ" yang merupakan kepanjangan pajak jadian. Lalu setelah kami berondong dengan berbagai pertanyaan mulai dari "sama siapa?" "anak mana?" "dulu SMA mana?" "orangnya kayak apa?" dan "blablabla?"
Tiba-tiba teman saya yang lain bertanya "SMA mana tadi? SMA ***** (ceritanya di sensor) ya? Asaan temen gw SMAnya dulu juga disitu deh. Coba aaaah gw tanya."
Siiiiiiing hening sejenak, ganti topiiiik.
Teman saya yang lain mulai bercerita. Dia sedang dekat dengan seorang cowo. "siapa? siapa?" "anak mana? ***(menyebutkan kampus kami) juga?"
Dan dia pun menjawab dengan muka malu-malu girang. "Iya, *** juga. Namanya ****. Satu asrama kok sama cowo lu (mengarah ke teman saya yang tadi diceritakan baru jadian)."
Terang saja teman saya yang baru jadian ini antusias.
"Satu asrama? Lorong berapa?"
"Lorong *****"
"Hah yang bener? Sama dong sama *** (menyebut nama cowonya). Coba ah, gw tanya, gw sms."
Hening lagi (sibuk smsan). -------------------------------
Tiba-tiba. "hahahahahihihihihi (ketawa dengan muka mesamesem)"
"Kenapa sih?" tanya kami heran.
"Ternyata si *** (cowonya) satu kamar coba sama si **** (gebetan teman saya yang satunya)"
"Eh, yang bener? Hahahahaha, kocak gee, bisa samaan gitu kamarnya"
Tiba-tiba lagi (sering banget tiba-tiba deh) "Eh, bener dong temen gw ini dulunya satu sekolah sama cowo lu."
Tuuuuh kan, gimana dunia ga sempit coba. Saya punya temen, temen saya ini punya cowo yang ternyata satu kamar di asrama sama cowo yang lagi digebet sama temen saya yang lain, eh ga taunya cowo temen saya ini juga dulunya temen satu sekolahnya temennya temen saya yang lain lagi. Aneeeeeh kan? Tapi beneran loooh.
Tapi dunia ini juga sekaligus luas bangeeeet. Gimana engga, ketika kamu naksir seseorang dan orang itu sama sekali ga kenal kamu. Padahal ya, kamu tuh udah satu kampus sama dia, kadang-kadang lewat depan dia, papasan gitu deh. Tapi tetep ajah dia ga kenal kamu, bahkan mungkin ga engeh kalau kamu ada. Berasa dunia ini gede dan luas bangetkan? Sampe yang udah segitu deketnya malah ga saling kenal. Padahal keinginan kamu saat itu cuma satu. Tiba-tiba kamu ketemu dia di jalan, trus dia nyapa kamu sambil ngasih senyuman manisnya. hahaha #miris
Jumat, 05 Agustus 2011
Selasa, 07 Juni 2011
dia, bukan aku
Pilu karena selalu merindukanmu, memikirkanmu, mencintaimu. Sendirian.
Kamu selalu dengan mudahnya memporakporandakan hatiku yang rapuh.
Rapuh karena selalu mengharapkanmu, menginginkanmu. Namun apa daya?
Kamu terlalu sibuk dengan dia, menyebut namanya, bercerita tentang dia.
Dia yang katamu mengisi hatimu, dia yang katamu engkau damba. Dia yang hanya dia.
Dia yang bukan AKU.
Rabu, 25 Mei 2011
Cerita di tanggal 17 Mei 2011
Cerita berawal di malam 16 Mei 2011. Saya baru saja pulang dari gereja sehabis mempersiapkan acara seminar "Anti Narkoba" yang memang dilaksanakan tanggal 17 Mei 2011.
Saat itu jam menunjukan sekitar pukul setengah 10. Saya yang kelelahan merebahkan diri di tempat tidur, sambil iseng-iseng membuka twitter melalui ponsel saya.
Keesokan harinya...
Pagi-pagi saya berangkat ke gereja. Sampai di gereja Nia salah satu sahabat saya juga minta ditemenin ke sekolah karena ada suatu keperluan. Dijalan saya menceritakan perihal kejadian tadi malam padanya. Dan you know whaaat. Ternyata dia sama terkejutnya dengan saya, karena dia baru mengetahui hal ini juga.
Beres semua keperluan di sekolah kami kembali ke gereja. Nia minta diantarkan laptop oleh kakaknya karena ada yg harus dia kerjakan.
Waktu berlalu dan kami pun sibuk mengurus acara seminar "Anti Narkoba Ini" ya secara panitia gitu yaaa. Hehe.
Sekitar pukul 4 acara selesai, panitia pun beres-beres lalu dilanjutkan dengan evaluasi.
Selama evaluasi saya dan Nia tidak henti-hentinya memperhatikan jam.
Nia menyalakn laptopnya dan segera mengakses internet.Ternyata kami kembali di kejutkan dengan kabar, bahwa pengumuman udah sempat bisa di lihat. Bahkan udah ada yang masa status facebook kalau dia dinyatakan lulus. Makin sajalah kami berdua gelisah. Kami coba buka link yang katanya memuat pengumuman itu dan ternyata tidak bisa. Aaaaaaah. Ini hoax apa bener sih?
Satu setengah menjelang pengumuman, tiba-tiba saja Nia terlihat gelisah.
"Ni, jangan gitu ah gw jadi ikutan degdegan nih. Padahal tadinya engga. Udah selow, selow." Saya pun berusaha menenangkan dia.
Evaluasi selesai jam menunjukan pukul 18.00.
Kami memutuskan menunggu saja di gereja dan melihat pengumuman bersama-sama. Soalnya kalau pulang udah nanggung, takut ga akan sampai di rumah pas jam 19.00.
Dari pukul 18.00 sampai 19.00 waktu berjalan sangat lambat. Para panitia lain sudah beranjak pulang. Saat sedang menunggu adik saya Sabrina datang. Dan Nia masih saja terus mencoba membuka link itu, tapi belum ada respon.
15 menit menjelang jam 19.00 masih saja waktu terasa berjalan lambat. Akhirnya saya memutuskan ke warteg depan gereja dulu untuk membeli tahu goreng, karena ternyata menunggu begini membuat lapar.
Pukul 19.00 tiba. Mata kami bertiga tertuju ke laptop. Masuk ke halaman snmptn undangan, dan bisa. Nia pun segera memasukan nomor pendaftaran dan tanggal lahirnya untuk login.
Jeng, jeng, terbuka. Daaaaaan Nia DITERIMA di IPB jurusan Ekonomi Pembangunan. Kami bersorak dan berpelukan.
"Buka yang gw ni, yg gw." ucapku tak sabar.
"No pendaftaran lu la, mana?"
Aku segera menyebutkan nomor pendaftarank saya, login dengan tanggal lahir dan loadiiiing.....
Saya diterima di IPB - Jurusan Agronomi dan HortikulturaLangsung telpon mama. Smsin orang-orang. Seneng ternyata temen-temen yang lain banyak juga yang keterima. Tapi sedih juga karena ada yang gagal. Pokoknya euforianya seru deh.
Walaupun ini bukan pilihan prodi pertama saya. Tapi saya percaya, Tuhan taro saya dijurusan ini bukan semata-mata hanya karena saya tidak lulus di pilihan satu. Tapi pasti Tuhan punya rencana besar yang mau Dia buat untuk saya dan lewat saya. Inilah jawaban dari pergumulan saya selama 5 bulan ini. Inilah jawaban Tuhan atas segala doa-doa saya. Dan saya mau bersyukur buat semua ini. Terima kasih Tuhan :)
"Tuhan mendengar lebih dari yang kamu katakan, Dia menjawab lebih dari yang kamu minta, dan Dia memberikan lebih dari yang kamu inginkan." -terinspirasi dari status facebook shindy-
Senin, 16 Mei 2011
Cerita di tanggal 16 Mei 2011
Rabu, 16 Februari 2011
Note FB, twitter dan mengasihi
Mendapati hal itu saya pun hendak mempost luapan emosi saya di twitter. Tapi taukah anda apa yang saya temukan di salah satu tweet? Saya menemukan sebuah ayat yang berbunyi
"Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu." (Yohanes 15:12).Amazing banget ga sih? Saya lantas berpikir, kok bisa pas banget ya? Tau ajah nih Tuhan kalo saya lagi kesal. Lantas dia mengingatkan saya melalui tweet itu. Dan saya sungguh merasa bersyukur, karena Tuhan mengingatkan saya, dan menegur saya. Thanks God. Cara-Mu sungguh ajaib dan tak terduga.
Selasa, 18 Januari 2011
Donat ? Yuuuuuummy :9
Senin, 17 Januari 2011
Tuker Kado :)














