Jumat, 07 Februari 2014

Teruntuk kamu

Kamu adalah orang yang memberiku bahagia sekaligus luka
Kamu adalah orang yang sering membuatku menangis tapi entah kenapa sampai saat ini tak bisa hatiku benci
Kamu adalah orang yang selalu aku tunggu kabarnya
Kamu adalah orang yang paling aku inginkan perhatiannya
Kamu adalah orang yang aku harapkan mengingat tentang aku, menyimpan aku dalam hati dan dalam memorimu
Kamu adalah orang yang paling bisa memberiku harap dan menghancurkannya dalam sekejap
Dan kamu adalah orang yang paling aku inginkan menjadi orang pertama yang mengucapkan 'selamat ulang tahun' untukku

Maaf, maaf kalo sejauh ini aku belum bisa menjadi yang baik untukmu
Belum bisa mengerti kamu

Di hari ini aku tidak berharap muluk
Aku tidak berharap kamu ada disini disisiku saat ini, bukan karena aku tak mau, tapi karena aku tahu itu tak mungkin saat ini
Aku tidak berharap kamu datang dengan seikat bunga atau sebuah kado dan memberi surprise seperti yang banyak pria lakukan untuk wanitanya, bukan aku tak suka diperlakukan begitu, tapi karena aku tahu romantis itu bukan caramu dan aku tidak peduli itu

Aku hanya berharap kamu mengingat hari ini sebagai hari ulangtahunku
Menjadi orang pertama yang mengucapkan selamat ulang tahun untukku
Aku hanya ingin mendengar suaramu mengucapkan itu, mengucapkan doa-doamu untukku

Aku menunggu itu sejak pertama kali aku melawatkan ulang tahun ketika aku sudah bersamamu
Tapi nyatanya lagi-lagi aku harus menelan kekecewaan yang sama bukan?

Bukankah itu begitu simple?
Atau ternyata terlalu tinggikah harapan itu? Terlalu sulitkah bagimu?

Maaf sayang jika ternyata aku terlalu banyak menuntut kamu
Maaf jika permintaan yang bagiku simple ini ternyata begitu memberatkanmu

Terimakasih, terimakasih untuk luka ini, untuk kekecewaan yang lagi-lagi harus aku terima
Terimakasih untuk menjadikan hari ini 'sedikit kurang menyenangkan'

*nb :
Satu hal, aku mohon jangan pernah minta aku untuk tidak menjadi sensitif. Rasanya aku tak bisa, sama seperti kamu yang tak kunjung bisa menjadi peka.
Karena bersamamu rasanya aku akan selalu menjadi sensitif, aku akan selalu melibatkan perasaan.

Dari aku yang menyayangimu ({})

Rabu, 05 Februari 2014

Hati

Dapatkah hati memilih kepada siapa ia akan berlabuh
Kepada siapa cinta akan membawanya
Dapatkah hati mengatur, bagaimana ia harus diperlakukan
Bagaimana ia harus dijaga

Agar tidak ada hati yang tersakiti
Agar tidak ada hati yang terluka
Agar tidak perlu selalu ada air mata duka

Tapi hati tak bisa memilih  dimana ia akan berlabuh
Kepada siapa cinta akan membawanya pergi
Hati tak dapat mengatur bagaimana ia harus diperlakukan dan bagaimana ia harus dijaga

Hati hanya mengikuti cinta

Dan semoga dimana hatiku berlabuh kini adalah tempat yang tepat

Tak selalu ada tawa tapi juga ada tangis
Tak selalu dimengerti tapi seringkali tersakiti

Tapi sejauh ini aku tak menyesali kemana cinta membawa hatiku pergi untuk berlabuh

Kepada kamu

Selasa, 04 Februari 2014

Hmmm, kayaknya kegiatan yang bernama tidur itu bisa menetralisir mood dan emosi ya.
Tadi malem bad mood, trus tidur, pagi-pagi bangun udah biasa lagi.
Semoga hari ini sukacita.
Thanks God :)