Jumat, 24 Februari 2012

Status 1 :

heeeey, tiba-tiba wajahnya muncul diotakku, jadi kepikiran. besok bisa ketemu ga yaaaa #ngarep

Entah bagaimana caranya kamu tiba-tiba saja bisa muncul diotakku. Tidak, aku tidak sedang merindukanmu, bahkan memikirkanmu saja tidak. Dan sejak saat itu kamu tak mau pergi. Entah apa yang membuatmu begitu betah berada di sana. Aku jadi berharap bisa bertemu kamu, melihatmu. Ya hanya sebatas itu. Karena jujur aku tak berani berharap lebih.

Status 2 :

yaaaaah, hari ini ga ketemu. semoga 'kita' bertemu diesok hari :)

Namun sayang hari itu kita tidak bertemu. Aku tidak bisa melihatmu, memandangmu seperti biasa, dari kejauhan dan dalam kesunyian. Kamu yang telah berhasil menguasai otakku, tapi belum aku ijinkan menguasai hatiku. Tidak, aku masih terlalu takut. Aku masih berharap melihatmu, bertemu kamu. Dan masih hanya sebatas itu. Aku belum berani mengharapkan lebih, aku masih saja takut. Takut jatuh cinta, yang benar-benar jatuh cinta kepadamu. Takut berharap, tapi tak diharapkan. Takut, ya pokoknya takut.


Status 3 :

terimakasih :D

Ingin sekali rasanya mengucapkan ini secara langsung padamu. Kamu yang membuat aku berani berharap lagi, dan berharap lebih. Kamu yang perlahan menghancurkan rasa takutku, walau baru sedikit. Hanya lewat respon kecilmu, hanya lewat kenyataan bahwa ternyata kamu mengenalku, menyadari keberadaan ku. Hanya lewat komunikasi singkat (yang bahkan tidak dilakuakn secara langsung) kita yang mungkin bagimu tak berarti apa-apa, tapi berarti banyak bagiku. Semoga aku tidak salah mengharapkan ini semua. Semoga aku benar-benar diijinkan berharap. Dan semoga aku bisa lebih mengenalmu. Semoga kita bisa benar-benar saling mengenal. Semoga ini tidak berakhir seperti yang lain. Semoga ini awal yang baik.

Karena sejujurnya aku sadar ini masih terlalu awal untuk mengambil kesimpulan. Masih terlalu riskan untuk mengharapkan lebih lagi. Tapi ijinkan aku berharap, membuka sedikit celah dihatikku untuk kau lihat :)

Senin, 06 Februari 2012

maafkan aku karena cemburu

cemburu pada hal yang tak perlu
membuat aku terbelenggu
dalam galau tak menentu

aiiih, kamu bukan milikku
lalu pantaskah aku cemburu?

sungguh aku tak bermaksud begitu
tapi apa daya, hatiku mengadu

katanya kamu sedang merindu
pada wanita pujaan hatimu
dan wanita itu bukanlah aku

maafkan aku karena cemburu