Senin, 26 November 2012
Sabtu, 20 Oktober 2012
maaf
maaf untuk selalu membuatmu marah
maaf untuk membuatmu khawatir lagi dan lagi
maaf untuk sikap kekanak-kanakanku
maaf untuk perkataanku yang menyakitimu
maaf untuk selalu menjadi alasanmu bersedih
maaf untuk air mata yang menetes karena aku
maafkan aku ma,
maaf aku belum bisa menjadi anak yang baik
aku tak ingin melihatmu menangis
Jumat, 19 Oktober 2012
Jumat, 28 September 2012
Rabu, 26 September 2012
terimakasih
terimakasih waktu
terimakasih malam
terimakasih hujan
terimakasih kamu
terimakasih Tuhan :)
ada kupu-kupu dalam perutku
mungkinkah?
lagilagihujandanmagisnya
Senin, 24 September 2012
Mengusik rasa
Hadir begitu saja dalam benakku
Tanpa pesan, tanpa isyarat
Wahai kamu
Coba menggoda rasaku
Dengan sederhana, begitu saja
Mengusik kesendirianku, bangkitkan resahku
Aaah sebegitu mudahnya dipermainkan rasa
Mungkinkah (lagi, lagi) ini hanya kamuflase belaka?
Sabtu, 22 September 2012
sebait rindu
Selasa, 21 Agustus 2012
Untuk Kamu Yang Selalu Kutitip Rindu
Lewat pagi, lewat senja
Lewat gelap, lewat malam
Lewat angin, lewat hujan
Adakah sepercik rindu yang kamu titipkan juga untukku?
Jika tidak, adakah setetes saja?
Bukan mauku, tapi rasa ini menuntutku, rindu ini memaksaku
Walaupun bibirku kelu, bahkan ketika kita jumpa
Tanya dan rasa yang hanya mampu kusimpan sendiri
Atau kutitipkan lewat hari, waktu, pagi, senja, gelap, malam, angin dan hujan
Untuk menyampaikannya langsung, aku tetap tak punya nyali
Kutatap punggungmu, inginnya matamu, tapi aku tak bernyali. Adakah rindu seperti rinduku tersimpan padamu?
Kuamati gerakmu, inginnya dekatmu, tapi lagi-lagi aku tak bernyali. Adakah rasa seperti rasaku tersimpan padamu?
Aku pergi, kamu berlalu, bersama asa yang tinggal sejumput, bahwa mungkin kamu akan memanggilku, atau paling tidak menatap punggungku sampai aku menghilang dari pandangmu. Aku berjalan terus, bersama malam yang kian pekat. Menggigit bibir, agar tangisku tak tumpah ruah.
Ijinkan aku menyimpan ‘kita’ dalam versiku
Aku dan kamu yang mungkin saling merindu
Biarkan aku menyimpan ‘kita’ dalam benakku
Aku dan kamu yang berbagi cerita
Bolehkan aku menyimpan ‘kita’ dalam hatiku
Aku dan kamu yang berjalan beriringan
Harus ku buang saja semua angan ini
Harus ku lenyapkan saja semua cerita kita yang coba kurajut ini
Tapi karena aku begitu lelah, merindu seorang diri
Haruskah ku ucapkan selamat tinggal?
Selasa, 31 Juli 2012
Sabtu, 28 Juli 2012
Gamang
Jumat, 08 Juni 2012
Langkahku Tertahan Hujan
sepertinya dia enggan melepasku pergi
Langkahku tertahan hujan
sepertinya dia ingin aku menyaksikan butir-butir rindunya
Langkahku tertahan hujan
dan aku pun memandanginya
mencium harum tanah yang dihantarkannya
meresapi rindu yang dia ungkapkan
Hujan selalu saja punya cerita
dengannya aku bisa bebas mengungkap rasa
dengannya semua seakan tergamblangkan
yang menggendap, dialirkan
yang tersembunyi disibakan
Hujan....
magic kah dia?
Hujan....
sesuatu yang dibenci sekaligus disyukuri
sesuatu yang dinanti sekaligus dirutuki
Kini, hujan telah berhenti
dan aku pun melangkah lagi
Terimakasih sempat menahanku sejenak :)
Jumat, 01 Juni 2012
Kata
Biarkan saja ia mengendap bersama rasa
Biarkan saja ia menguap menjadi asa
Hmmm, pernah kah kamu merasa apa yang kamu katakan kepada seseorang tidak sesuai dengan apa yang kamu pikirkan?
Atau pernah kah kamu merasa menyesal karena tidak mengatakan apa yang ingin kamu katakan? tidak
menyampaikan rasamu seutuhnya?
Mungkin kamu juga pernah ingin menyampaikan sesuatu, tapi tidak bisa? tidak sanggup. entah karena takut, malu, bingung, atau apapun alasannya. sampai akhirnya kamu berharap, orang itu akan mengerti tanpa kamu harus megatakannya? (hmmm, bagaimana bisa?)
Aku tidak sedang berbicara tentang cinta. Aku hanya berbicara tentang rasa dan kata yang terkadang sering tak sejalan.
Kamis, 03 Mei 2012
Terlalu Singkat
Bahkan aku belum sempat menatapnya
Belum sempat menikmati sosoknya
Lewat dihadapanku
Dan aku hanya mampu terdiam
Kelu …
Minggu, 15 April 2012
aku hujan dan kamu matahari
Browsing lagu, cek email, hmmm apa lagi ya. Buka facebook ga bisa, karena emang facebook tidak bisa diakses pada jam kuliah begini.
Akhirnya dengan iseng aku membuka google dan mengetikan kata 'hujan aku kamu' pada mesin pencari itu. Dan muncullah berbagai postingan yg memuat 'hujan aku kamu'.
Aku membuka salah satunya dan menemukan sebuah tulisan yang cukup menarik
Saat kita bertemu,
kamu masih terlihat samar dibalik hamparan langit. Sedangkan aku masih berupa gumpalan awan kelabu.
Aku dan kamu ada memang tidak untuk beriringan,
Kamu pergi kemudian aku datang,
aku datang kemudian kamu hilang.
Tetapi aku dan kamu malah saling menatap tajam.
Hingga akhirnya disaat yang terindah kita dipadukan.
Aku punya gerimis yang selalu membasuhmu dengan santun ketika kamu bersinar terlalu pijar.
Begitu juga kamu yang selalu siap menghangatkanku dengan lembut, saat terlalu lama aku bermain dengan dingin.
Apa kamu pernah melihat hujan dibawah sinar matahari? Itu indah,
Cahaya terangnya memendarkan kerlipan warna yang cantik pada butir air yang jatuh ke bumi.
Dan setelah itu pelangi dengan berani melukiskan lengkungan indah warnanya diatas bentangan langit luas. Diatasnya kita menari, berbagi hangat dan dingin.
Kamu matahari dan aku hujan.
diposting oleh : Ilonk Sr27 (13 April 2012)
http://fiksi.kompasiana.com/puisi/2012/04/13/kamu-matahari-dan-aku-hujan/
How amazing, ketika ada hujan dan matahari muncul pelangi. Indah.
Lalu terlintas dibenakku, bagaimanakah rasanya menjadi hujan yang jatuh cinta pada matahari. Hujan yang datang ketika matahari pergi, dan matahari yang muncul ketika hujan pergi.
Tidak pernah berdampingan, hanya mungkin berpapasan.
Sedih. Mungkinkah ini akan jadi kisah 'cinta tak berbalas'?
Tanyakan saja pada hujan dan matahari :)
Rabu, 07 Maret 2012
'hai' untukmu
dan seperti biasa, hujan selalu saja mampu membangkitkan angan tentangmu.
mengupas rasa, menguapkan rindu yang tak pernah sampai.
sempat ada sedikit asa dalam hatiku bisa semakin mengenalmu, tahu pribadimu semakin jauh.
sempat ada harap bisa berbincang dan menatap matamu lebih dalam.
namun kian hari kian terasa.
asa yang kian memudar, dan harapan yang nyaris padam.
lantas apa yang harus ku perbuat.
hati ini kian meragu dalam pikiran yang tak menentu.
apakah harus ku buang saja semua rasa?
atau kah masih ada harap untukku padamu?
jujur hati ini belum milikmu, aku belum ijinkan itu terjadi.
jatuh cinta juga terlalu jauh untuk mendeskripsikan rasaku.
karena ada seseorang yang pernah mengatakan padaku
jatuh cinta itu sebuah proses
dua insan manusia, pria dan wanita mengalami perjalanan waktu untuk saling mengenal
dan keduanya saling terpesona satu akan yang lain, merasa kian terkagum
merasakan hal yang sama dan waktu Tuhan pun bekerja
jadilah mereka menerima anugerah cinta
bagaimana itu bisa terjadi pada 'kita'
jika menatap matamu saja aku tak berani
jika untuk mengatakan 'hai' padamu saja aku tak punya nyali
yang aku inginkan sekarang hanyalah dapat menorehkan sebuah 'hai' dalam ingatan mu
mustahilkah?
Jumat, 24 Februari 2012
Status 1 :
heeeey, tiba-tiba wajahnya muncul diotakku, jadi kepikiran. besok bisa ketemu ga yaaaa #ngarep
Entah bagaimana caranya kamu tiba-tiba saja bisa muncul diotakku. Tidak, aku tidak sedang merindukanmu, bahkan memikirkanmu saja tidak. Dan sejak saat itu kamu tak mau pergi. Entah apa yang membuatmu begitu betah berada di sana. Aku jadi berharap bisa bertemu kamu, melihatmu. Ya hanya sebatas itu. Karena jujur aku tak berani berharap lebih.
Status 2 :
yaaaaah, hari ini ga ketemu. semoga 'kita' bertemu diesok hari :)
Namun sayang hari itu kita tidak bertemu. Aku tidak bisa melihatmu, memandangmu seperti biasa, dari kejauhan dan dalam kesunyian. Kamu yang telah berhasil menguasai otakku, tapi belum aku ijinkan menguasai hatiku. Tidak, aku masih terlalu takut. Aku masih berharap melihatmu, bertemu kamu. Dan masih hanya sebatas itu. Aku belum berani mengharapkan lebih, aku masih saja takut. Takut jatuh cinta, yang benar-benar jatuh cinta kepadamu. Takut berharap, tapi tak diharapkan. Takut, ya pokoknya takut.
Status 3 :
terimakasih :D
Ingin sekali rasanya mengucapkan ini secara langsung padamu. Kamu yang membuat aku berani berharap lagi, dan berharap lebih. Kamu yang perlahan menghancurkan rasa takutku, walau baru sedikit. Hanya lewat respon kecilmu, hanya lewat kenyataan bahwa ternyata kamu mengenalku, menyadari keberadaan ku. Hanya lewat komunikasi singkat (yang bahkan tidak dilakuakn secara langsung) kita yang mungkin bagimu tak berarti apa-apa, tapi berarti banyak bagiku. Semoga aku tidak salah mengharapkan ini semua. Semoga aku benar-benar diijinkan berharap. Dan semoga aku bisa lebih mengenalmu. Semoga kita bisa benar-benar saling mengenal. Semoga ini tidak berakhir seperti yang lain. Semoga ini awal yang baik.
Karena sejujurnya aku sadar ini masih terlalu awal untuk mengambil kesimpulan. Masih terlalu riskan untuk mengharapkan lebih lagi. Tapi ijinkan aku berharap, membuka sedikit celah dihatikku untuk kau lihat :)
Senin, 06 Februari 2012
maafkan aku karena cemburu
membuat aku terbelenggu
dalam galau tak menentu
aiiih, kamu bukan milikku
lalu pantaskah aku cemburu?
sungguh aku tak bermaksud begitu
tapi apa daya, hatiku mengadu
katanya kamu sedang merindu
pada wanita pujaan hatimu
dan wanita itu bukanlah aku
maafkan aku karena cemburu
Minggu, 22 Januari 2012
Jumat, 13 Januari 2012
Bersama hujan
Pagi hari ketika hujan turun. Rasanya ingin sekali tetap berada di tempat tidur, berlindung di bawah hangatnyanya selimut. Atau kalaupun aku harus beranjak dari situasi ini, aku hanya ingin menggantinya dengan membaca novel atau pun menarikan jari-jariku diatas laptop sambil menyesap secangkir teh hangat. Nikmat :)
Hujan dan siang = pemaksaan
Jika hujan turun disiang hari, lain lagi kisahnya. Ini akan menjadi sebuah pemaksaan. Ketika sedang beraktifitas di luar rumah, tiba-tiba hujan turun. Ingin rasanya segera mengakhiri segala aktifitas dan hanya duduk memandangi hujan, berharap dia segera pergi. Namun apa daya, aktifitasku harus tetap berjalan. Aku tidak bisa memaksa hujan untuk berhenti, maka aku memaksa diriku untuk tetap beraktifitas.
Hujan dan malam = melankolis
Hujan dimalam hari ketika aku hendak beranjak tidur. Sepi. Tiba-tiba saja aku jadi merasa melankolis. Merasa sendiri. Memikirkan banyak hal. Tersbersit berbagai kenangan.
Hujan dan menulis = inspirasi
Menulis, entah mengapa paling enak dilakukan ketika hujan turun. Mungkinkah butiran dan gemericik suaranya membawa turun sang 'inspirasi'? Ataukah hujan mampu menggamblangkan isi hati? Aku tak tahu, yang pasti aku menyukai menulis dikala hujan.
Hujan dan melamun = kamu
Ketika hujan turun entah mengapa dengan mudahnya kamu terbersit di otakku. Kamu lalu lalang dengan bebasnya dalam pikiranku. Padahal aku tidak sedang memikirkanmu, aku hanya sedang melamun. Dan tiba-tiba saja 'pop' kamu muncul tanpa dikomando.
Hujan dan cinta = romantisme
Kata orang hujan itu romantis. Berdua bersama orang yang kita cintai menikmati hujan itu romantis. Benarkah? Silakan nilai sendiri.
Hujan itu menyimpan banyak rasa, tergantung dengan siapa dan bagaimana kita melewati dan menikmatinya.
ketika hujan tanpa henti mengguyur Kota Bogor

