Selasa, 07 Juni 2011

dia, bukan aku

Kamu selalu saja dengan mudahnya menorehkan luka-luka ini pada hatiku yang pilu.
Pilu karena selalu merindukanmu, memikirkanmu, mencintaimu. Sendirian.

Kamu selalu dengan mudahnya memporakporandakan hatiku yang rapuh.
Rapuh karena selalu mengharapkanmu, menginginkanmu. Namun apa daya?

Kamu terlalu sibuk dengan dia, menyebut namanya, bercerita tentang dia.
Dia yang katamu mengisi hatimu, dia yang katamu engkau damba. Dia yang hanya dia.

Dia yang bukan AKU.



Aku yang menyayangimu, tanpa pernah kau sadari