Senin, 30 Agustus 2010

Cinta Diam-Diam


Saya baru saja membaca sebuah buku karya Raditya Dika berjudul 'Marmut Merah Jambu'. Kalau boleh jujur ini pertama kalinya saya membaca buku karangan Raditya Dika hingga tuntas. Entah mengapa selama ini saya merasa kurang suka membaca buku-buka karyanya. Entah karena saya tidak suka genrenya, atau setiap saya ingin membaca bukunya bukanlah disaat yang tepat. Saya sendiri tidak tahu.

Saat mulai membaca buku 'Marmut Merah Jambu' ini pun awalnya saya merasa kurang sreg. Masa baru juga mulai sudah disugguhin kalimat yang kurang enak dibaca ya walaupun untuk konyol-konyolan. Namun semakin lama saya semakin terhanyut dalam komedi yang dirangkai oleh Raditya Dika. Walaupun tidak bisa saya pungkiri terkadang saya masih mengerutkan dahi, atau pun menyerengitkan hidung saat saya membaca gaya berkomedinya yang rada-rada cablak dan asalan. Setelah selesai membaca, paradigma saya tentang buku-buku Raditya Dika berubah. Tadinya saya pikir tulisannya hanya berisi komedi-komedi kosong yang tak bermakna, hanya sekedar lucu-lucuan saja. Namun ternyata saya menemukan hal lain.

Banyak hal. Namun kali ini saya akan mengulas salah-satu bab di buku ini yang berjudul 'orang yang jatuh cinta diam-diam'. Dalam bab ini saya menemukan sebuah kalimat yang dikutip Raditya Dika dari Oscar Wide :
seperti dua buah kapal yang berpapasan sewaktu badai, kita telah bersilang jalan satu sama lain; tapi kita tidak membuat sinyal, kita tidak mengucapkan sepatah kata pun, kita tidak punya apa pun untuk dikatakan.

Saya rasa kita semua pasti pernah merasakan yang namanya cinta diam-diam. Cinta yang dimulai dengan diam-diam, dijalani diam-diam dan diakhiri diam-diam pula.

Ketika kita jatuh cinta inginnya kita mengutarakan apa yang kita rasakan. Namun apa daya jika ternyata kita hanya bisa berdiam diri, mengagumi sosoknya yang mungkin keren, cool, athletis, tampan, sikapnya yang easygoing, atau bisa apa saja yang membuat kita tertarik padanya. Mengamatinya, memperhatikan setiap gerak tubuhnya, kebiasaannya. Memandanginya dari kejauhan. Melihatnya tertawa bersama teman-temannya yang tak jarang membuat bibir kita tanpa sadar tertarik keatas, tersenyum. Melihatnya bermain gitar, bermain basket, atau apapun yang membuat auranya terpancar dan membuat kita makin terpesona. Bahkan melihatnya bergandengan tangan dengan orang lain yang membuat hati kita teriris dan berharap bahwa orang lain yang berada disampingnya saat itu adalah kita. Memimpikan saat-saat indah yang akan kita lalui seandainya dia adalah pacar kita. Menatapinya, seakan hanya dialah sosok yang eksis di bumi ini, yang hanya kita lakukan dari tempat yang tersembunyi atau dari balik punggungnya. Kita berusaha berdiri diruang lingkup, dimana mata kita bisa terus menatapi sosoknya. Namun ketika dia berada didekat kita atau ketika mata kita beradu pandang dengannya, kita justru pura-pura cuek, seakan tidak terjadi apa-apa. Padahal di dalam hati kita bersorak-sorai, dag-dig-dug gak karuan.

Waktu terus berlalu, namun tak ada yang berubah. Kita tetaplah seorang secret admirer, yang jatuh cinta diam-diam. Sang pemimpi yang akhirnya harus bangun dari mimpi-mimpi indahnya, dan tersadar bahwa semua itu adalah semu. Keberanian untuk mengutarakan perasaan yang tak kunjung datang. hingga kita merasa lelah berharap. Bagi para wanita beda lagi persoalannya, mereka merasa tak mungkin mengutarakan perasaan terlebih dahulu karena hal itu tidaklah biasa. Maka wanita hanya bisa menunggu (apakah benar seperti ini?). Menunggu, menanti. sebuah penantian yang sia-sia karena pada akhirnya mereka harus menerima kenyataan pahit bahwa kita tak bisa menggapainya, menggapai cinta. Kita harus menerima bahwa terkadang kenyataan berbeda dengan apa yang kita inginkan. Terkadang yang kita inginkan bukanlah yang kita butuhkan. Dan sebenarnya, yang kita butuhkan hanyalah merelakan. Orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa seperti yang selalu mereka lakukan, jatuh cinta sendirian. Ironis.

Cinta yang dimulai dengan diam-diam, dijalani diam-diam dan diakhiri diam-diam pula.

this is for you and about you ‘B’




Rabu, 25 Agustus 2010

Kau dan Aku


Mungkin kita berpijak pada bumi yang sama
Tapi sesungguhnya kita berada pada dunia yang berbeda

Kau
Aku
Mungkin terdiri dari huruf yang sama
Tapi berbeda susunannya
Maka seperti itulah kita

Aku takkan pernah mengharapkanmu untuk bersamaku
Aku tak mau memimpikanmu dalam tidurku
Karena aku terlalu takut untuk kehilanganmu

Masihkah ini disebut
CINTA ?

untuk ALPHA tersayang :)


2 tahun lebih bersama tak selalu bisa menghadirkan kebersamaan yang utuh.
Menjalani hari-hari bersama tak selalu bisa membuat kita bergandengan kuat.
Berbagi suka duka bersama tak cukup menghapuskan keegoisan diri ini.
Berusaha menghargai, berusaha memahami, berusaha menyayangi. Akankah cukup kuat membuat kita mampu menghadapi badai ini, wahai ALPHA-ku sayang?

Badai ini tak datang hanya sekali, dia telah datang berulang kali. Tapi entah mengapa kita selalu kesulitan melaluinya. Kita terjerumus lagi kedalam lubang yang sama. Apakah benar kita lebih bodoh dari keledai? Karena katanya keledai yang notabene binatang paling bodoh saja tidak akan pernah jatuh ke lubang yang sama.

Tidakkah kau merasa lelah kawan? Tidakkah terasa jengah? Mengapa jurang ini selalu tercipta? Mengapa tembok ini terlalu tinggi menjulang? Mengapa perbedaan selalu menjadi pemecah? Mengapa rasanya tak ada kata sepaham?

Kita telah cukup lama bersama, dan masih akan bersama untuk beberapa waktu kedepan. Masih banyak yang harus kita hadapi, lalui. Kita masih harus berjuang untuk hal yang sama, kawan. Masa depan kita. Bukankah akan lebih mudah jika kita melaluinya bersama-sama? Bukan hanya 'terlihat' bersama-sama. Tapi 'terasa' kebersamaannya. Bukankah semua akan terasa lebih ringan saat kita saling mendukung? Bukan seperti saat ini terasa saling menusuk.

Tak perlulah kita mencari pihak yang salah, tak perlulah kita saling menyalahkan. Biarkan kita saling berintropeksi, saling mentoleransi dan memahami. Buang saja semua kata-kata EGOISME itu. Tidakkah kau lelah ALPHA selalu ada dalam bayang-bayang perpecahan? Tidakkah kau rindukan kebersamaan? Suasana nyaman? Jujur aku MERINDUKANnya.

Rabu, 18 Agustus 2010

cerita malam


CERITA MALAM


malam selalu menjadi sahabat yang baik bagi kesendirian
malam selalu menjadi waktu yang baik bagi perenungan
dan malam selalu menjadi tempat bagi rasa lelah

malam ini ramai tapi aku merasa sepi
sendiri karena tak ada yang bisa mengerti

malam ini aku merenung
harus seperti apakah aku?

malam ini aku lelah
aku bosan dengan tekanan, aku muak

malam ini aku termenung,
aku menangis dan aku bertekad

aku lelah dengan semua tekanan ini
aku muak dengan semua cemooh itu
tapi aku tak mau menyerah
aku tak akan kalah
aku hanya akan berserah
pasrah

bantu aku Tuhan, biar tak ada lagi air mata yg menetes

malam selalu menjadi sahabat yang baik bagi kesendirian
malam selalu menjadi waktu yang baik bagi perenungan
dan malam selalu menjadi tempat bagi rasa lelah

hanya sampai pagi menjelang dengan jiwa petualang, dan semangat juang :)



Two Is Better Than One lyric


Two Is Better Than One
Boys Like Girls ft. Taylor Swift
I remember what you wore on the first day
You came into my life and I thought
"Hey, you know, this could be something"
'Cause everything you do and words you say
You know that it all takes my breath away
And now I'm left with nothing

So maybe it's true
That I can't live without you
And maybe two is better than one
There's so much time
To figure out the rest of my life
And you've already got me coming undone
And I'm thinking two is better than one

I remember every look upon your face
The way you roll your eyes
The way you taste
You make it hard for breathing
'Cause when I close my eyes and drift away
I think of you and everything's okay
I'm finally now believing

That maybe it's true
That I can't live without you
And maybe two is better than one
There's so much time
To figure out the rest of my life
And you've already got me coming undone
And I'm thinking two is better than one


I remember what you wore on the first day
You came into my life and I thought, "Hey,"

Maybe it's true
That I can't live without you
Maybe two is better than one
There's so much time
To figure out the rest of my life
And you've already got me coming undone
And I'm thinking
I can't live without you
'Cause, baby, two is better than one
There's so much time
To figure out the rest of my life
But I'll figure it out
When all is said and done
Two is better than one
Two is better than one