
2 tahun lebih bersama tak selalu bisa menghadirkan kebersamaan yang utuh.
Menjalani hari-hari bersama tak selalu bisa membuat kita bergandengan kuat.
Berbagi suka duka bersama tak cukup menghapuskan keegoisan diri ini.
Berusaha menghargai, berusaha memahami, berusaha menyayangi. Akankah cukup kuat membuat kita mampu menghadapi badai ini, wahai ALPHA-ku sayang?
Badai ini tak datang hanya sekali, dia telah datang berulang kali. Tapi entah mengapa kita selalu kesulitan melaluinya. Kita terjerumus lagi kedalam lubang yang sama. Apakah benar kita lebih bodoh dari keledai? Karena katanya keledai yang notabene binatang paling bodoh saja tidak akan pernah jatuh ke lubang yang sama.
Tidakkah kau merasa lelah kawan? Tidakkah terasa jengah? Mengapa jurang ini selalu tercipta? Mengapa tembok ini terlalu tinggi menjulang? Mengapa perbedaan selalu menjadi pemecah? Mengapa rasanya tak ada kata sepaham?
Kita telah cukup lama bersama, dan masih akan bersama untuk beberapa waktu kedepan. Masih banyak yang harus kita hadapi, lalui. Kita masih harus berjuang untuk hal yang sama, kawan. Masa depan kita. Bukankah akan lebih mudah jika kita melaluinya bersama-sama? Bukan hanya 'terlihat' bersama-sama. Tapi 'terasa' kebersamaannya. Bukankah semua akan terasa lebih ringan saat kita saling mendukung? Bukan seperti saat ini terasa saling menusuk.
Tak perlulah kita mencari pihak yang salah, tak perlulah kita saling menyalahkan. Biarkan kita saling berintropeksi, saling mentoleransi dan memahami. Buang saja semua kata-kata EGOISME itu. Tidakkah kau lelah ALPHA selalu ada dalam bayang-bayang perpecahan? Tidakkah kau rindukan kebersamaan? Suasana nyaman? Jujur aku MERINDUKANnya.
Menjalani hari-hari bersama tak selalu bisa membuat kita bergandengan kuat.
Berbagi suka duka bersama tak cukup menghapuskan keegoisan diri ini.
Berusaha menghargai, berusaha memahami, berusaha menyayangi. Akankah cukup kuat membuat kita mampu menghadapi badai ini, wahai ALPHA-ku sayang?
Badai ini tak datang hanya sekali, dia telah datang berulang kali. Tapi entah mengapa kita selalu kesulitan melaluinya. Kita terjerumus lagi kedalam lubang yang sama. Apakah benar kita lebih bodoh dari keledai? Karena katanya keledai yang notabene binatang paling bodoh saja tidak akan pernah jatuh ke lubang yang sama.
Tidakkah kau merasa lelah kawan? Tidakkah terasa jengah? Mengapa jurang ini selalu tercipta? Mengapa tembok ini terlalu tinggi menjulang? Mengapa perbedaan selalu menjadi pemecah? Mengapa rasanya tak ada kata sepaham?
Kita telah cukup lama bersama, dan masih akan bersama untuk beberapa waktu kedepan. Masih banyak yang harus kita hadapi, lalui. Kita masih harus berjuang untuk hal yang sama, kawan. Masa depan kita. Bukankah akan lebih mudah jika kita melaluinya bersama-sama? Bukan hanya 'terlihat' bersama-sama. Tapi 'terasa' kebersamaannya. Bukankah semua akan terasa lebih ringan saat kita saling mendukung? Bukan seperti saat ini terasa saling menusuk.
Tak perlulah kita mencari pihak yang salah, tak perlulah kita saling menyalahkan. Biarkan kita saling berintropeksi, saling mentoleransi dan memahami. Buang saja semua kata-kata EGOISME itu. Tidakkah kau lelah ALPHA selalu ada dalam bayang-bayang perpecahan? Tidakkah kau rindukan kebersamaan? Suasana nyaman? Jujur aku MERINDUKANnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar