Kamis, 30 September 2010

Hari Kesaktian Pancasila

A : seorang pelajar SMA
B : mama si A


Percakapan pun dimulai,
A : Ma, besok hari apa sih? kamis ya? .... eh, Jumat deng.
B : Iya, besok upacara.
A : Hah? upacara? emang besok Senin? bukan Jumat?

B : Kamu ini, masa ga tau! Apa sih yang dipelajarin di sekolah. Masa gitu ajah ga tau. Ga bener ini.
A : Besok, 1 Oktober kan ya? Hari apa emang? Hari pahlawan 10 November. Hari jadi pancasila 1 Juni.
B : Anak sekolah jaman sekarang. Masa ga tau. Kan ada di kalender. Ada hari anak sedunia, hari kesaktian pancasila, sumpah pemuda.
A : Oh hari kesaktian pancasila. Emang 1 Oktober yaaa?
Si anak pun segera berjalan ke arah komputer dan membuka situs pencarian yaitu 'google'. Lalu mengetik 'hari kesaktian pancasila' dan mengklik tombol search. Segera saja lah muncul berbagai artikel mengenai hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Oktober.

Oke, sebenarnya hal diatas adalah pengalaman saya pribadi dan baru saja saya alami.
Mendengar perkataan mama saya, saya jadi tersadar. Saya ini seorang pelajar, tapi masa pengetahuan umum seperti ini saja saya tidak tahu. Apakah ini menunjukan bahwa jiwa nasionalis saya kurang? Sejujurnya saya miris menyadari semua ini.
Mungkin lupa akan hari besar nasional hanyalah contoh kecil dari kenyataan mulai terkikisnya rasa nasionalisme dan kepedulian akan bangsa pada diri para remaja/pelajar. Dan jujur saya merasa malu menyadari semua ini.Apakah teman-teman juga pernah mengalami atau merasakan hal ini? Mungkin ada yang pernah, dan mungkin juga tidak.
Bagi yang tidak, saya acungkan jempol. Bagi yang pernah, saya rasa kita harus lebih peduli lagi terhadap hari-hari besar nasional. Tapi ingat bukan hanya sekedar peduli dan tahu. Tapi kita juga harus bisa memaknainya. Semoga kita sebagai generasi penerus bangsa bisa melakukannya yaaaa :)

Dari artikel yang saya temukan di internet, saya menemukan penjelasan mengenai cikal bakal hari kesaktian pancasila.


1 Oktober di Indonesia diperingati sebagai hari kesaktian pancasila. Peringatan Kesaktian Pancasila ini berakar pada sebuah peristiwa tanggal 30 September 1965. Konon, ini adalah awal dari Gerakan 30 September (G30SPKI). Oleh pemerintah Indonesia, pemberontakan ini merupakan wujud usaha mengubah unsur Pancasila menjadi ideologi komunis.

Hari itu, enam orang Jendral dan berberapa orang lainnya dibunuh sebagai upaya kudeta. Namun konon berkat kesadaran untuk mempertahankan Pancasila maka upaya tersebut mengalami kegagalan.

Maka 30 September diperingati sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September dan tanggal 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila.

Jadi, penulis menyimpulkan bahwa kemunculan peringatan Kesaktian Pancasila disebabkan oleh gagalnya misi kaum Komunis mengganti dasar negara Indonesia. Karena kegagalan itulah selanjutnya Pancasila dianggap sakti, atau justru Pancasila kemudian dibikin sakral dan dianggap sakti.

(sumber : http://www.muslimdaily.net/jurnalis/4203/kesaktian-pancasilamakna-dan-simbologi-di-baliknya)

Senin, 13 September 2010

mereka sebut ini RINDU


"Aku tak bisa menemukanmu!" air mata gadis itu sudah merebak dipelupuk mata.
"Aku terus mencarimu, dalam hari-hari yang kulalui, dalam waktu yang terus bergulir.
"Aku terus mencarimu, dalam pagi yang baru hingga malam akhirnya menjelang.
"Aku terus mencarimu, dalam nyata dan mimpiku.
"Aku terus mencarimu, dalam tawa dan tangisku.
"Aku terus mencarimu, dalam sosok pria itu. Sosok yang sama, di mana dulu aku menemukanmu. Dalam sorot mata tajam yang dulu menatapku ketika kita bicara. Tapi kini sorot mata itu tak pernah lagi untukku.
"Aku terus mencari, menggali hingga ke dasar hatiku, sampai ke ujung lorong waktu masa lalu.
"Dan akhirnya ketika aku menemukanmu, kamu ada dalam kepingan kenangan. Ya, kepingan. Karena kenangan itu tak lagi utuh, dia telah hancur, terserak. Dan bersama rinduku yang tak mampu ku bendung, aku mengumpulkan keping demi keping kenangan yang pecah terhempas waktu dan entah apa lagi, aku tak mengerti. Menjadi satu kenangan utuh yang nyatanya tak mampu memuaskan dahagaku akan dirimu. Tapi justru malah membawa sang rindu lebih dalam merasukiku. Sang rindu yang selama ini susah payah aku usir dari hidupku setiap kali aku memikirkanmu, setiap kali aku menatap punggungmu yang menjauh, setiap kali aku bertemu kamu, yang bukan kamu.
"Aku terus mencarimu, tapi aku tak lagi menemukanmu.
"Kamu hilang, menyisakan rasa yang mereka sebut RINDU." dan kini air mata gadis itu benar-benar tumpah tak tertahan lagi. Karena semua telah berbeda, lelaki itu berubah. Tidak lagi seperti yang gadis itu kenal.

Minggu, 12 September 2010

Thunder lyric


T H U N D E R

boys like girls


Today is a winding road
That's taking me to places that I didn't want to go, whoa
Today in the blink of an eye
I'm holding on to something and I do not know why I tried


I tried to read between the lines
I tried to look in your eyes
I want a simple explanation; what I'm feeling inside
I gotta find a way out
Maybe there's a way out


Your voice was the soundtrack of my summer

Do you know you're unlike any other?
You'll always be my thunder, and I said
Your eyes are the brightest of all the colors

I don't wanna ever love another
You'll always be my thunder
So bring on the rain
And bring on the thunder


Today is a winding road
Tell me where to start and tell me something I don't know, whoa
Today I'm on my own
I cant move a muscle and I cant pick up the phone, I don't know


And now I'm itching for the tall grass
And longing for the breeze
I need to step outside, just to see if I can breathe
I gotta find a way out
Maybe there's a way out


Your voice was the soundtrack of my summer
Do you know youre unlike any other?
You'll always be my thunder, and I said
Your eyes are the brightest of all the colors
I don't wanna ever love another
You'll always be my thunder
So bring on the rain
And bring on the thunder


Yeah I'm walking on a tightrope
I'm wrapped up in vines
I think Ill make it out but you just gotta give me time
Strike me down with lightning
Let me feel you in my veins
I wanna let you know how much I feel your pain


Today is a winding road
That's taking me to places that I didn't want to go, whoa


Your voice was the soundtrack of my summer
Do you know you're unlike any other?
You'll always be my thunder, and I said
Your eyes are the brightest of all the colors
I don't wanna ever love another
You'll always be my thunder
So bring on the rain
And bring on the thunder


Your voice was the soundtrack of my summer
Do you know you're unlike any other?
You'll always be my thunder
So bring on the rain
Oh baby bring on the pain
And listen to the thunder

Senin, 06 September 2010

masa kecil

Tiba-tiba saja saya teringat tentang masa kecil saya. Tepatnya ketika saya masih tinggal di Indraprasta. Disana saya pernah mengikuti sebuah kegiatan yang bernama Rabu Gembira. Itu adalah kegiatan rohani, semacam persekutuan untuk anak-anak (kira-kira usia SD) yang tinggal diwilayah yang sama/berdekatan. Seperti namanya kegiatan ini diadakan setiap hari Rabu sore, saya lupa tepatnya pukul berapa. Tempatnya berpindah-pindah, bergantian dari rumah anak yang satu ke rumah anak yang lain. Kami bernyanyi, memuji Tuhan, mendengarkan Firman Tuhan, dan bermain bersama.

Saya lupa kapan saya mulai mengikuti kegiatan ini. Yang jelas ini sudah menjadi rutinitas dan kegembiraan bagi saya. Disini saya menemukan teman-teman bermain yang seiman, dimana kami bukan hanya bermain tapi juga mendapatkan pengenlan dan pengajaran tentang Firman Tuhan. Saya masih ingat beberapa anggota Rabu Gembira : ada saya, Flora dan adik saya, Sabrina. Lalu saya ingat Dennis anak laki-laki yang konyol dan usil, ada Gladys dan adiknya (saya lupa siapa namanya) yang rumahnya disebrang rumah Dennis. Ada Tabitha dan kakak-kakaknya kalau saya tidak salah ingat namanya Niko dan Yosi. Ada Berto dan Daniel, yang hingga saat ini masih sering saya lihat digereja. Ada Steven/Bontor teman satu sekolah saya saat SD dan adiknya Dorkas(yang sudah dipanggil oleh Tuhan) dan Janet. Ada Angel dan Keith mereka kakak beradik. Ada Gloria temannya Angel, yang sebenarnya tidak tinggal di daerah Indraprasta (kalau tidak salah sih rumahnya di Cimanggu) tapi bergabung bersama kami. Ada Ivan, anak lelaki yang kalau mau datang Rabu Gembira harus 'disamperin' dulu. Ada seorang anak perempuan yang saya ingat memiliki rambut keriting panjang yang suka dikuncir, berkulit hitam, tapi saya lupa siapa namanya. Olga salah satu teman SD sabrina juga pernah bergabung bersama kami. Dan entah siapa lagi, saya tak mampu mengingatnya.

Terlintas dibenak saya masa-masa kami melakukan berbagai kegiatan bersama. Ada natal bersama dimana kami memainkan drama, dan yang saya ingat dari drama ini Dennis menjadi Raja Herodes-nya. Paskah, kami mencari telur kertas yang disembunyikan di pohon (aneh memang). SIL atau Sekola Injil Liburan (10-16 Juli 2001) kegiatan yang diadakan entah oleh lembaga mana, untuk mengisi liburan dengan berbagai kegiatan rohani yang bermanfaat. Ada Pendalaman Alkitab, Lomba menggambar(saya juara 1 loh. hehe), Pertunjukan Drama tentang kisah-kisa di Alkitab, dan sebagainya. Atau sekedar bermain bersama dikala libur sekolah.

Saya berpikir sudah seperti apakah mereka semua sekarang? Sebagian besar dari kami sudah lost contact. Mungkin ada beberapa yang masih saya ketahui keberadaannya. Seperti Bontor, saya masih berkomunikasi dengannya lewat FB dan pernah juga bertemu di gereja. Tabitha yang saat ini bersekolah di SMAN 7. Olga yang bersekoalh di BM dan saya masih cukup sering berkomunikasi dengannya. Berto dan Daniel yang seperti saya katakan masih sering saya lihat digereja, tapi bahkan kami tak bertegur sapa. Bahkan saya juga pernah melihat Ivan di gereja. Bukan lagi sebagai bocah lelaki kecil ingusan tetapi dia sudah berubah. Menjadi lebih tinggi, dan sudah pasti terlihat lebih dewasa. Kami seperti orang yang saling tidak mengenal.

Apakah hal ini juga yang akan terjadi bila saya bertemu dengan teman-teman yang lain? Masihkah kami akan saling mengenali? Atau kah tidak, karena kita semua sudah terlalu lama tidak bertemu dan penampilan kami sudah berubah? Sudah berada dimanakah mereka semua? Apakah masih di Bogor? Apakah mereka juga masih mengingat kenangan ini atau bahkan telah melupakannya? Saya harap mereka masih mengingatnya. Adakah rasa rindu pada masa-masa kecil dulu, pada kawan-kawan lama? Oh entahlah. Begitu banyak pertanyaan, dan saya tak bisa menjawabnya.

Jujur saya masih mengingatnya (walaupun mungkin tidak sepenuhnya) dan saya merindukannya.

Hello childrenhood? How are you? :)

Apa yah yang akan terjadi bila akhirnya kita semua bertemu dan berkumpul kembali? Pasti seruuuuu deh! Semoga suatu hari kita bisa berjumpa lagi, wahai kawan-kawan kecilku :)