Tiba-tiba saja saya teringat tentang masa kecil saya. Tepatnya ketika saya masih tinggal di Indraprasta. Disana saya pernah mengikuti sebuah kegiatan yang bernama Rabu Gembira. Itu adalah kegiatan rohani, semacam persekutuan untuk anak-anak (kira-kira usia SD) yang tinggal diwilayah yang sama/berdekatan. Seperti namanya kegiatan ini diadakan setiap hari Rabu sore, saya lupa tepatnya pukul berapa. Tempatnya berpindah-pindah, bergantian dari rumah anak yang satu ke rumah anak yang lain. Kami bernyanyi, memuji Tuhan, mendengarkan Firman Tuhan, dan bermain bersama.
Saya lupa kapan saya mulai mengikuti kegiatan ini. Yang jelas ini sudah menjadi rutinitas dan kegembiraan bagi saya. Disini saya menemukan teman-teman bermain yang seiman, dimana kami bukan hanya bermain tapi juga mendapatkan pengenlan dan pengajaran tentang Firman Tuhan. Saya masih ingat beberapa anggota Rabu Gembira : ada saya, Flora dan adik saya, Sabrina. Lalu saya ingat Dennis anak laki-laki yang konyol dan usil, ada Gladys dan adiknya (saya lupa siapa namanya) yang rumahnya disebrang rumah Dennis. Ada Tabitha dan kakak-kakaknya kalau saya tidak salah ingat namanya Niko dan Yosi. Ada Berto dan Daniel, yang hingga saat ini masih sering saya lihat digereja. Ada Steven/Bontor teman satu sekolah saya saat SD dan adiknya Dorkas(yang sudah dipanggil oleh Tuhan) dan Janet. Ada Angel dan Keith mereka kakak beradik. Ada Gloria temannya Angel, yang sebenarnya tidak tinggal di daerah Indraprasta (kalau tidak salah sih rumahnya di Cimanggu) tapi bergabung bersama kami. Ada Ivan, anak lelaki yang kalau mau datang Rabu Gembira harus 'disamperin' dulu. Ada seorang anak perempuan yang saya ingat memiliki rambut keriting panjang yang suka dikuncir, berkulit hitam, tapi saya lupa siapa namanya. Olga salah satu teman SD sabrina juga pernah bergabung bersama kami. Dan entah siapa lagi, saya tak mampu mengingatnya.
Terlintas dibenak saya masa-masa kami melakukan berbagai kegiatan bersama. Ada natal bersama dimana kami memainkan drama, dan yang saya ingat dari drama ini Dennis menjadi Raja Herodes-nya. Paskah, kami mencari telur kertas yang disembunyikan di pohon (aneh memang). SIL atau Sekola Injil Liburan (10-16 Juli 2001) kegiatan yang diadakan entah oleh lembaga mana, untuk mengisi liburan dengan berbagai kegiatan rohani yang bermanfaat. Ada Pendalaman Alkitab, Lomba menggambar(saya juara 1 loh. hehe), Pertunjukan Drama tentang kisah-kisa di Alkitab, dan sebagainya. Atau sekedar bermain bersama dikala libur sekolah.
Saya berpikir sudah seperti apakah mereka semua sekarang? Sebagian besar dari kami sudah lost contact. Mungkin ada beberapa yang masih saya ketahui keberadaannya. Seperti Bontor, saya masih berkomunikasi dengannya lewat FB dan pernah juga bertemu di gereja. Tabitha yang saat ini bersekolah di SMAN 7. Olga yang bersekoalh di BM dan saya masih cukup sering berkomunikasi dengannya. Berto dan Daniel yang seperti saya katakan masih sering saya lihat digereja, tapi bahkan kami tak bertegur sapa. Bahkan saya juga pernah melihat Ivan di gereja. Bukan lagi sebagai bocah lelaki kecil ingusan tetapi dia sudah berubah. Menjadi lebih tinggi, dan sudah pasti terlihat lebih dewasa. Kami seperti orang yang saling tidak mengenal.
Apakah hal ini juga yang akan terjadi bila saya bertemu dengan teman-teman yang lain? Masihkah kami akan saling mengenali? Atau kah tidak, karena kita semua sudah terlalu lama tidak bertemu dan penampilan kami sudah berubah? Sudah berada dimanakah mereka semua? Apakah masih di Bogor? Apakah mereka juga masih mengingat kenangan ini atau bahkan telah melupakannya? Saya harap mereka masih mengingatnya. Adakah rasa rindu pada masa-masa kecil dulu, pada kawan-kawan lama? Oh entahlah. Begitu banyak pertanyaan, dan saya tak bisa menjawabnya.
Jujur saya masih mengingatnya (walaupun mungkin tidak sepenuhnya) dan saya merindukannya.
Apa yah yang akan terjadi bila akhirnya kita semua bertemu dan berkumpul kembali? Pasti seruuuuu deh! Semoga suatu hari kita bisa berjumpa lagi, wahai kawan-kawan kecilku :)
Saya lupa kapan saya mulai mengikuti kegiatan ini. Yang jelas ini sudah menjadi rutinitas dan kegembiraan bagi saya. Disini saya menemukan teman-teman bermain yang seiman, dimana kami bukan hanya bermain tapi juga mendapatkan pengenlan dan pengajaran tentang Firman Tuhan. Saya masih ingat beberapa anggota Rabu Gembira : ada saya, Flora dan adik saya, Sabrina. Lalu saya ingat Dennis anak laki-laki yang konyol dan usil, ada Gladys dan adiknya (saya lupa siapa namanya) yang rumahnya disebrang rumah Dennis. Ada Tabitha dan kakak-kakaknya kalau saya tidak salah ingat namanya Niko dan Yosi. Ada Berto dan Daniel, yang hingga saat ini masih sering saya lihat digereja. Ada Steven/Bontor teman satu sekolah saya saat SD dan adiknya Dorkas(yang sudah dipanggil oleh Tuhan) dan Janet. Ada Angel dan Keith mereka kakak beradik. Ada Gloria temannya Angel, yang sebenarnya tidak tinggal di daerah Indraprasta (kalau tidak salah sih rumahnya di Cimanggu) tapi bergabung bersama kami. Ada Ivan, anak lelaki yang kalau mau datang Rabu Gembira harus 'disamperin' dulu. Ada seorang anak perempuan yang saya ingat memiliki rambut keriting panjang yang suka dikuncir, berkulit hitam, tapi saya lupa siapa namanya. Olga salah satu teman SD sabrina juga pernah bergabung bersama kami. Dan entah siapa lagi, saya tak mampu mengingatnya.
Terlintas dibenak saya masa-masa kami melakukan berbagai kegiatan bersama. Ada natal bersama dimana kami memainkan drama, dan yang saya ingat dari drama ini Dennis menjadi Raja Herodes-nya. Paskah, kami mencari telur kertas yang disembunyikan di pohon (aneh memang). SIL atau Sekola Injil Liburan (10-16 Juli 2001) kegiatan yang diadakan entah oleh lembaga mana, untuk mengisi liburan dengan berbagai kegiatan rohani yang bermanfaat. Ada Pendalaman Alkitab, Lomba menggambar(saya juara 1 loh. hehe), Pertunjukan Drama tentang kisah-kisa di Alkitab, dan sebagainya. Atau sekedar bermain bersama dikala libur sekolah.
Saya berpikir sudah seperti apakah mereka semua sekarang? Sebagian besar dari kami sudah lost contact. Mungkin ada beberapa yang masih saya ketahui keberadaannya. Seperti Bontor, saya masih berkomunikasi dengannya lewat FB dan pernah juga bertemu di gereja. Tabitha yang saat ini bersekolah di SMAN 7. Olga yang bersekoalh di BM dan saya masih cukup sering berkomunikasi dengannya. Berto dan Daniel yang seperti saya katakan masih sering saya lihat digereja, tapi bahkan kami tak bertegur sapa. Bahkan saya juga pernah melihat Ivan di gereja. Bukan lagi sebagai bocah lelaki kecil ingusan tetapi dia sudah berubah. Menjadi lebih tinggi, dan sudah pasti terlihat lebih dewasa. Kami seperti orang yang saling tidak mengenal.
Apakah hal ini juga yang akan terjadi bila saya bertemu dengan teman-teman yang lain? Masihkah kami akan saling mengenali? Atau kah tidak, karena kita semua sudah terlalu lama tidak bertemu dan penampilan kami sudah berubah? Sudah berada dimanakah mereka semua? Apakah masih di Bogor? Apakah mereka juga masih mengingat kenangan ini atau bahkan telah melupakannya? Saya harap mereka masih mengingatnya. Adakah rasa rindu pada masa-masa kecil dulu, pada kawan-kawan lama? Oh entahlah. Begitu banyak pertanyaan, dan saya tak bisa menjawabnya.
Jujur saya masih mengingatnya (walaupun mungkin tidak sepenuhnya) dan saya merindukannya.
Hello childrenhood? How are you? :)
Apa yah yang akan terjadi bila akhirnya kita semua bertemu dan berkumpul kembali? Pasti seruuuuu deh! Semoga suatu hari kita bisa berjumpa lagi, wahai kawan-kawan kecilku :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar