B : mama si A
Percakapan pun dimulai,
A : Ma, besok hari apa sih? kamis ya? .... eh, Jumat deng.
B : Iya, besok upacara.
A : Hah? upacara? emang besok Senin? bukan Jumat?
B : Kamu ini, masa ga tau! Apa sih yang dipelajarin di sekolah. Masa gitu ajah ga tau. Ga bener ini.
A : Besok, 1 Oktober kan ya? Hari apa emang? Hari pahlawan 10 November. Hari jadi pancasila 1 Juni.
B : Anak sekolah jaman sekarang. Masa ga tau. Kan ada di kalender. Ada hari anak sedunia, hari kesaktian pancasila, sumpah pemuda.
A : Oh hari kesaktian pancasila. Emang 1 Oktober yaaa?
Si anak pun segera berjalan ke arah komputer dan membuka situs pencarian yaitu 'google'. Lalu mengetik 'hari kesaktian pancasila' dan mengklik tombol search. Segera saja lah muncul berbagai artikel mengenai hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Oktober.
Oke, sebenarnya hal diatas adalah pengalaman saya pribadi dan baru saja saya alami.
Mendengar perkataan mama saya, saya jadi tersadar. Saya ini seorang pelajar, tapi masa pengetahuan umum seperti ini saja saya tidak tahu. Apakah ini menunjukan bahwa jiwa nasionalis saya kurang? Sejujurnya saya miris menyadari semua ini.
Mungkin lupa akan hari besar nasional hanyalah contoh kecil dari kenyataan mulai terkikisnya rasa nasionalisme dan kepedulian akan bangsa pada diri para remaja/pelajar. Dan jujur saya merasa malu menyadari semua ini.Apakah teman-teman juga pernah mengalami atau merasakan hal ini? Mungkin ada yang pernah, dan mungkin juga tidak.
Bagi yang tidak, saya acungkan jempol. Bagi yang pernah, saya rasa kita harus lebih peduli lagi terhadap hari-hari besar nasional. Tapi ingat bukan hanya sekedar peduli dan tahu. Tapi kita juga harus bisa memaknainya. Semoga kita sebagai generasi penerus bangsa bisa melakukannya yaaaa :)
Dari artikel yang saya temukan di internet, saya menemukan penjelasan mengenai cikal bakal hari kesaktian pancasila.
1 Oktober di Indonesia diperingati sebagai hari kesaktian pancasila. Peringatan Kesaktian Pancasila ini berakar pada sebuah peristiwa tanggal 30 September 1965. Konon, ini adalah awal dari Gerakan 30 September (G30SPKI). Oleh pemerintah Indonesia, pemberontakan ini merupakan wujud usaha mengubah unsur Pancasila menjadi ideologi komunis.
Hari itu, enam orang Jendral dan berberapa orang lainnya dibunuh sebagai upaya kudeta. Namun konon berkat kesadaran untuk mempertahankan Pancasila maka upaya tersebut mengalami kegagalan.
Maka 30 September diperingati sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September dan tanggal 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila.
Jadi, penulis menyimpulkan bahwa kemunculan peringatan Kesaktian Pancasila disebabkan oleh gagalnya misi kaum Komunis mengganti dasar negara Indonesia. Karena kegagalan itulah selanjutnya Pancasila dianggap sakti, atau justru Pancasila kemudian dibikin sakral dan dianggap sakti.
(sumber : http://www.muslimdaily.net/jurnalis/4203/kesaktian-pancasilamakna-dan-simbologi-di-baliknya)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar