Senin, 01 November 2010

sepenggal puisi sapardi djoko darmono

Malam ini saya tengah duduk di depan komputer sambil googling mengenai perkembangan puisi di Indonesia. Ya, itu merupakan tugas Bahasa Indonesia yang harus segera saya selesaikan. Saya tengah mencari contoh puisi pada periode 1966-1970 atau yang dikenal dengan Angkatan '66 ketika saya menemukan sepenggal puisi karya Sapardi Djoko Darmono

NOKTURNO

kubiarkan cahaya bintang memilikimu
kubiarkan angin, yang pucat dan tak habis-habisnya
gelisah, tiba-tiba menjelma isyarat, menjemputmu –
entah kapan kau bisa kutangkap


Entah mengapa saya langsung menyukai puisis ini. Puisi ini begitu mengena, menggambarkan apa yang saya rasakan. Enthlah jika saya salah menafsirka puisi ini. Tapi yang jelas dalam penafsiran saya, puisi ini menggambarkan isi hati saya kepada 'dia' yang entah kapan bisa saya gapai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar