Malam ini saya tengah duduk di depan komputer sambil googling mengenai perkembangan puisi di Indonesia. Ya, itu merupakan tugas Bahasa Indonesia yang harus segera saya selesaikan. Saya tengah mencari contoh puisi pada periode 1966-1970 atau yang dikenal dengan Angkatan '66 ketika saya menemukan sepenggal puisi karya Sapardi Djoko Darmono
NOKTURNO
kubiarkan cahaya bintang memilikimu
kubiarkan angin, yang pucat dan tak habis-habisnya
gelisah, tiba-tiba menjelma isyarat, menjemputmu –
entah kapan kau bisa kutangkap
Tidak ada komentar:
Posting Komentar